Ahlan Wahsalan :)TQ

Friday, 7 February 2014

Ciri-Ciri Orang Yang Dijamin Masuk Syurga Oleh Allah




Ciri-Ciri Orang Yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah Dan Rasulnya .
Pasti kalian semua ingin masuk surga bukan? nah dari pada itu kita harus memenuhi pintah-printah allah swt, sebagai berikut :



1. Memberi Makan.

Makan dan minum merupakan keperluan manusia yang harus dipenuhi, namun kerana berbagai persoalan dalam kehidupan manusia, maka banyak orang yang tidak dapat memenuhinya atau dapat memenuhi tapi tidak sesuai dengan standard kesihatan, kerana itu, bila kita ingin mendapat jaminan masuk surga, salah satu yang harus kita lakukan dalam hidup ini adalah memberi makan kepada orang yang memerlukannya.
Rasulullah saw bersabda: “Sembahlah Allah Yang Maha Rahman, berikanlah makan, tebarkanlah salam, nescaya kamu masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi)
 

2. Menyambung Silaturrahim.
Hubungan antara sesama manusia harus dijalin dengan sebaik-baiknya, antara sesama saudara dalam iman, terutama yang berasal dari rahim ibu yang sama yang kemudian disebut dengan saudara dalam nasab.
Bila ini selalu kita memperatikkan, maka di dalam hadits di atas, kita mendapatkan jaminan syurga dari Rasulullah saw, sedangkan bila kita memutuskannya, maka kitapun terancam tidak masuk surga.
Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka memutuskan silaturrahim, Sufyan berkata dalam riwayatnya: yakni memutuskan tali persaudaraan ” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Ketika Rasulullah saw bertanya kepada pada sahabat tentang ,maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang akan menjadi penghuni syurga? diantaranya beliau menjawab: Seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya di penjuru kota dengan ikhlas kerana Allah ” (HR. Ibnu Asakir, Abu Na’im dan Nasa’i).
 

3. Solat Malam
Tempat terpuji di sisi Allah swt adalah surga yang penuh dengan kenikmatan yang tiada terkira, kerannya salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk dapat diberi tempat yang terpuji itu adalah dengan melaksanakan solat tahajjud saat banyak manusia yang tertidur lelap, Allah swt berfirman: “Dan pada sebahagian malam hari , bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji ” (QS Al Isra [17]:79).

Manakala seseorang sudah rajin melaksanakan solat tahajjud, ia merasa menjadi seorang yang begitu dekat dengan Allah swt dan bukti kedekatannya itu adalah dengan tidak melakukan penyimpangan dari ketentuan Allah swt meskipun peluang untuk menyimpang sangat besar dan bisa jadi ia mendapatkan keuntungan duniawi yang banyak.
 

4. Memudahkan Orang Lain.

Dalam hidupnya, ada saat manusia mengalami kesenangan hidup dengan segala kemudahannya, namun pada saat lain dapat jadi ia mengalami kesulitan dan kesengsaraan.

Kerana itu, sesama manusia idealnya dapat saling memudahkan, termasuk dalam jual beli. Manakala kita sudah dapat memudahkan orang lain, maka salah satu faktor yang membuat manusia mendapat jaminan syurga telah diraihnya. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Allah memudahkannya di dunia dan akhirat ” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
 

5. Berjihad.
Islam merupakan agama yang harus disebarkan dan ditegakkan dalam kehidupan di dunia ini, bahkan ketika dengan sebab disebarkan dan ditegakkan itu ada pihak-pihak yang tidak menyukainya, lalu mereka memerangi kaum muslimin, maka setiap umat Islam harus memiliki semangat dan tanggungjawab untuk berjihad dengan pengorbanan harta dan jiwa sekalipun.
 

6. Tidak Sombong.
Takabbur atau sombong adalah menganggap dirinya lebih dengan meremehkan orang lain, kerananya orang yang takabbur itu seringkali menolak kebenaran, apalagi bila kebenaran itu datang dari orang yang kedudukannya lebih rendah dari dirinya.

Oleh kerana itu, bila kita mati dalam keadaan terbebas dari kesombongan amat mendapatkan jaminan masuk surga, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mati dan ia terbebas dari tiga hal, yakni sombong, fanatisme dan hutang, maka ia akan masuk surga ” (HR. Tirmidzi).
 

7. Tidak Memiliki Fanatisme(Fanatik terhadap sesuatu) Yang Berlebihan.
Tidak boleh dielakkan lagi bahawa manusia termasuk kaum muslimin hidup dengan latar belakang yang berbeza-beza, termasuk latar belakang kelompok, baik kerana kesukuan, kebangsaan maupun golongan-golongan berdasarkan organisasi mahupun pefahaman keagamaan dan parti politik, hal ini disebut dengan ashabiyah.
 

8. Terbebas Dari Hutang.
Dalam hidup ini, manusia seringkali melakukan hubungan muamalah dengan sesamanya, salah satunya adalah transaksi jual beli. Namun dalam proses jual beli tidak selalu hal itu dilakukan secara tunai atau seseorang tidak punya wang padahal ia sangat memerlukannya, maka iapun meminjam wang untuk dapat memenuhi keperluannya, inilah yang kemudian disebut dengan hutang.
Rasulullah saw bersabda: “Berhati-hatilah dalam berhutang, sesungguhnya berhutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari ” (HR. Baihaki)
 

9. Peka Terhadap Peringatan.

Peka terhadap peringatan membuat seseorang mudah menerima segala peringatan dan nasihat dari siapapun agar waspada terhadap segala bahaya dalam kehidupan di dunia dan akhirat, sikap ini merupakan sesuatu yang amat penting kerana setiap manusia amat memerlukan peringatan dari orang lain, kerananya orang seperti itu akan mudah menempuh jalan hidup yang benar sehingga mendapat jaminan akan masuk ke dalam syurga.
 

10. Menahan Amarah
Al ghadhab(
آل غاضب ) atau marah merupakan salah satu sifat yang sangat berbahaya sehingga ia boleh  menghancurkan manusia, baik secara peribadi mahupun kelompok. Ada beberapa bahaya dari sifat marah yang harus dielakkan.
Pertama, merosak iman, kerana semestinya bila seseorang sudah beriman dia akan memiliki akhlak yang mulia yang salah satunya adalah mampu mengendalikan dirinya sehingga tidak mudah marah kepada orang lain.
Rasulullah saw bersabda: “Marah itu dapat merosak iman seperti pahitnya julap merosak manisnya madu ” (HR. Baihaki).

Kedua, mudah mendapatkan murka dari Allah swt terutama pada hari kiamat, kerana itu pada saat kita hendak marah kepada orang lain mestinya kita segera mengingat Allah sehingga tidak melampiaskan kemarahan itu dengan hal-hal yang tidak benar.
Allah swt berfirman sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Qudsi:
“Wahai anak Adam, ingatlah kepada-Ku ketika kamu marah. Maka Aku akan mengingatmu jika Aku sedang marah (pada hari akhir) “.

Ketiga, mudah marah juga akan mudah menaikkan kemarahan orang lain sehingga hubungan kita kepada orang lain akan menjadi renggang bahkan terputus sama sekali. Oleh kerana itu, seseorang baru disebut sebagai orang yang kuat ketika ia mampu mengendalikan dirinya pada saat marah sehingga kemarahan itu dalam rangka kebenaran bukan dalam rangka kebathilan.

Rasulullah saw bersabda: “Orang kuat bukanlah yang dapat mengalahkan musuh, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat mengawal dirinya ketika marah ” (HR. Bukhari dan Muslim).
 

11. Ikhlas Menerima Kematian Anak dan Orang Yang Dicintai.

Setiap orang yang berumah tangga pasti menginginkan seorang anak, kerana anak itu menjadi harapan masa depan dan keturunan sebuah keluarga. Kerananya bahagia sekali seseorang bila dikurniakan anak, baik laki maupun perempuan.

Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah mati tiga anak seseorang, lalu dia merelakannya (karena Allah) kecuali dia rnasuk surga”. Seorang wanita bertanya: “atau dua orang anak juga, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “atau dua anak” (HR. Muslim).
 

12. Bersaksi Atas Kebenaran Al-Qur’an.

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya oleh setiap muslim, namun kenyataan menunjukkan tidak semua muslim mahu bersaksi dalam erti menjadi pembela kebenaran Al-Qur’an dari orang yang menentang dan meragukannya, bahkan tidak sedikit muslim yang akhimya larut dengan upaya kalangan non muslim yang berusaha meragukan kebenaran mutlak Al-Qur’an.
 

13. Berbagi Kepada Orang Lain.

Banyak kebaikan yang harus kita lakukan dalam hidup ini sehingga kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan itu membuat kita menjadi manusia yang dirasakan manfaat bagi orang lain sehingga apapun yang kita miliki memberi manfaat yang besar bagi orang lain apalagi bila hal itu memang amat diperlukan oleh manusia.
 

14. Hakim Yang Benar.

Dalam hidup ini banyak sekali perkara antara manusia yang harus diselesaikan secara hukum sehingga diperlukan pengadilan yang mampu memutuskan perkara secara adil, untuk itu diperlukan hakim yang adil dan bijaksana sehingga ia boleh memutuskan perkara dengan sebaik-baiknya. Bila ada hakim yang baik, maka ia akan mendapat jaminan untuk masuk ke dalam syurga.

Rasulullah saw bersabda: Hakim-hakim itu ada tiga golongan, dua golongan di neraka dan satu golongan di surga: Orang yang mengetahui yang benar lalu memutus dengannya, maka dia di syurga. Orang yang memberikan keputusan kepada orang-orang di atas kebodohan, maka dia itu di neraka dan orang yang mengetahui yang benar lalu dia menyeleweng dalam memberikan keputusan, maka dia di neraka (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’l, Ibnu Majah dan Hakim

No comments:

Post a Comment